Archive for January, 2006
Dikejar Deadline
Dua hari ini benar2 sibuk, konsentrasi penuh buat mulai usaha baru. Maklum, kalau dua orang pemalas bikin usaha, harus bikin rencana kerja yang pakai deadline.. kalau engga, kacau suracau deh, hehe.. Jadi, karena kesadaran bahwa pada dasarnya kita tuh sama2 pemalas, kita cari cara biar kita ga malas lagi..
So, kita bikin schedule kerja, mulai rencana global sampai detail teknis. Semua baru sebatas draft, tapi lumayan juga, progressnya dah kelihatan, dalam dua hari ini, kita sudah dapet nama usahanya, sudah dapet design kasarnya, tinggal finishing aja.. Semoga besok bisa selesai kalau hostingnya ngga drop ya..
Aku percaya bahwa kerja keras ini akan membuahkan hasil. Para pengusaha sukses, dulu awalnya kan dari bawah juga. Mereka sukses karena proses jatuh bangun, belajar dari kegagalan demi kegagalan. Semoga kita cukup kuat deh kalau suatu saat mengalami kegagalan. Yang pasti, selama niat kita dibarengi dengan usaha dan kerja keras, tentu hasilnya akan sesuai dengan effort yang dikeluarkan. Read the rest of this entry »
Time to say good bye
Mulai hari ini, jangan kau cari aku, karena aku tak akan ada lagi..
Cukup sudah kita tertawa bersama, bercanda dan menumpahkan segala rasa
Kini aku putuskan untuk meninggalkanmu ..
Karena kesibukanku yang kian padat saat ini….
Mungkin ini terasa sesak di dada..
Karena ketiadaanku yang begitu tiba-tiba…
Tapi bukankah hidup harus selalu berjalan
Walau tanpa aku lagi..?
Alasan aku meninggalkanmu bukan karena tak sayang..
Tapi waktu yang tak bisa diajak kompromi
ada prioritas lain yang harus aku pilih
Jadi ini saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal..
Web Terbaik Bidang Pendidikan
Tadi malam, iseng surfing, eh, lihat blogku yang di Deutsch, Warum Nicht? tercantum sebagai Web terbaik Indonesia Bidang Pendidikan. Hah? Ga salah? Padahal blog itu dah lama ga aku update. Duh, malu aku.. Agak ga percaya, hehe..
Buat I Made S. Adnyana, terimakasih banyak ya atas penghargaannya terhadap jerih payahku. Senang juga ada yang mengapresiasikan blogku sebagai blog Pendidikan Indonesia yang terbaik. Semoga suatu saat kalau aku pulang, aku bisa mampir ke Bali, lalu kita bisa makan lobster barengan.. hehe.. *srupp.. srupp.. kruyuk..kruyuk..*
Gara-gara masuk kategori terbaik, aku jadi harus posting nih.. Dah lama aku ga posting di situ.. Mungkin hikmahnya, aku jadi lebih memperhatikan blogku yang agak terlantar gara-gara aku sibuk ngurusin mainan baru (php).. hehe..
Jual Rumah
Rumah pertamaku, sebenarnya punya banyak kenangan. Sejarahnya tak ternilai. Tapi.. hidup kan harus rasional. Tak selamanya harus bergelut dengan kenangan. Jadi, walau berat, aku putuskan untuk melepas saja rumah pertamaku.
Lokasi aku di Jerman, menyulitkan aku untuk bisa memantau rumah itu. Jadi daripada rusak, aku jual aja deh.
Alamatnya di Taman Kopo Indah Blok O Bandung. Cuma 5 menit dari pintu tol Kopo. Statusnya sertifikat hak milik. Dari rumah kalau mau belanja, cuma 3 menit ada banyak mall. Ada Borobudur supermarket, Yogya pasar swalayan, Matahari, Bioskop Kopo21, sampai mang bakso enakpun ada. Hehe.. *Jadi rindu ama Mie Acoy..* Trus salon dan dokter juga deket, tinggal jalan kaki aja. Pokoknya disana enak sih, fasilitas lengkap.
Gong Hei Fatt Choi!!
Let’s say goodbye (Sayonara) to the chicken…


and welcome the dog…

just want to be
the 1st one to wish you
“Gong Hei
Fatt Choi”!!

hehe, mang Ucup, makasih ya kiriman image dan ucapannya yang lucu.. Chacha suka lihat guguknya.. Selamat tahun baru ya buat yang ngerayain..
Mengalihkan Sedih
Hidup memang penuh dengan kejutan. Detik ini bahagia, detik lain bisa berubah menjadi sedih. Tinggal bagaimana pintarnya kita mengalihkan rasa sedih.Ada orang yang terbiasa curhat sama teman atau sahabat (ekspressive), ada yang hanya memendamnya sendiri (impressive), ada yang teriak di lapangan lalu memukul tembok (emosional), ada yang menangis.Kalau aku, type yang impressive. Tak terbiasa mengeluarkan uneg-unegku ke orang lain. Saat under the pressure sekalipun, tampilan luarku tak berubah. Hanya orang terdekatku saja yang bisa membaca gejolak hatiku.Aku tak mau berbagi beban, karena tak enak rasanya hanya gara-gara aku, temanku jadi ikut terbebani. Saat kondisinya sangat menekan, biasanya kalaupun harus bercerita ke orang lain, orang tersebut pastilah sangat istimewa di mataku.
Saat ini, ada malaikat pelindung yang selalu mampu menghilangkan sedihku. Dia adalah permata hatiku. Melihat Chacha, melihat cerianya, melihat energynya yang luar biasa, sulit untuk sedih. Tak ada waktu untuk bersedih, karena waktunya habis untuk kita main bersama, bercanda bersama dan bikin PR bersama.Celotehnya yang membahana, gayanya yang polos dan kekanakan, aku jadi tak tega untuk sedih berlama-lama. Rasanya sangat egois memupuk kesedihan, bila kesedihan itu berakibat merugikan bidadariku.

Maka, saat kita bermain bersama, segala kesedihan itupun berangsur sirna. Disinilah letak keajaiban hidup. Betapa aku harus mensyukuri anugerah, telah diberikan anak yang selalu ceria, selalu dapat mengalihkan sedihku… Lucu ya foto Chacha dan F4. Dulu waktu di Indonesia, Chacha suka sama F4. Tapi begitu di Jerman, dia ga suka lagi. Katanya: Kok F4 jadi ga cakep lagi ya? hehe.. mungkin karena di Jerman banyak yang cakep ya Cha, jadi F4-nya terlupakan..
