Archive for September, 2006
Herbs Anfang
Akhir September begini, hangatmu berlalu. Digantikan oleh dingin yang mulai menggoda. Suhu di plang pojokan Theater menunjukkan angka 10° C. Daun-daun mulai menguning dan gugur satu per satu. Dingin menjadi lebih sempurna saat tetes-tetes air hujan tampak dari jendela bus nomer 5 arah Donaustadion, yang saat ini aku naiki.Sebelah aku, sepasang muda mudi yang cantik dan cakep, sibuk dengan dunianya sendiri. Mereka berpegangan tangan, saling ngobrol dengan mesra. Sesekali, mereka saling berciuman. Ahhhhh, bikin sirik aja. Papih mana ya?
Hanya 3 bulan, kehangatan itu hadir, menggelitik jiwa, menyegarkan otak yang mulai jenuh dengan tag tag HTML dan CSS. Rindu sekali akan kehangatan Matahari di bumi tercinta Indonesia.
Negeri tempat kelahiran, saat kau pernah merasakan jauh darinya bertahun-tahun, akan terasa sangat dirindukan. Tak peduli macet, debu atau hiruk pikuk.
Aku rindu angkot Sadang Serang – Caringin. Angkot yang warnanya biru, yang setia anterin aku ke sekolah jaman dulu kala. Adik aku siap anter kemana-mana, tapi aku pilih naik angkot. Lebih merakyat. Lebih deket ma kenek en sopirnya. Biar bau kelek juga gpp deh.
Plagiarisme
Ahhh.. lagi2 tulisanku dicontek orang. Kalo inget lagunya Alda yang gini: “Aku sudah biasa…” kali tepat deh buat kasus ini. Sejak awal ngeblog ampe sekarang, sudah beberapa kali baik tulisanku, designku, penggalan kata2 dalam novelku ataupun puisiku di contek tanpa menyebutkan sumbernya.
Tulisanku original bo.. bukan hasil dari email berantai atau dari nyontek. Kalo dapet dari email, aku pasti sebut sumbernya. Mhh.. sebenernya, apaan sih plagiarisme itu?
Plagiarisme atau penjiplakan adalah penggunaan gagasan, informasi, atau tulisan orang lain tanpa memberikan informasi yang cukup tentang sumber aslinya. Read more..
So.. begitulah sekilas tentang Plagiarisme. Thanks ya hon, dah kasih tahu aku kalo tulisanku ada kembarannya.
Banyak alasan yang membuat orang menjadi plagiat. Diantaranya, mungkin karena ketidaktahuan. Atau bentuk lain dari kekaguman atas suatu hasil karya orang lain yang saking dia sukanya, sampai ditulis ulang di blognya. Atau ingin agar orang lain mengira itu adalah hasil karyanya, demi untuk mendapat pujian.
Bagaimana sikap aku terhadap para plagiat2 itu?
Apakah Kita (bisa) SELALU Bahagia?

This post i dedicated to TLT. Thanks for your kindness, your caring and your respons.
Sep 16, ’06 6:52 PM for everyone: Apakah Kita (bisa) SELALU Bahagia? oleh: terbanglah lebih tinggi
Hampir 2 (dua) minggu lalu, blog walking mendamparkan ku pada situs ini; sebuah situs yang menampilkan gaya & desain penulisan yang indah – serta terutama pemikiran yang menarik serta menggelisahkan. Menarik, terutama karena keberadaan sang penulis yang mengisi hari-harinya dengan berbagi segala rasa dan asa di hati (walau tidak semua) atas apa yang terjadi pun terpikir dalam hidup yang coba dijalaninya. Dan kejujuran serta empati yang coba ditampilkan, maupun kadang – diminta.
Terimakasih banyak. Tersanjung aku..
Menggelisahkan, terutama karena keyakinan sang penulis untuk menampilkan judul yang mengusung suatu peryataan ‘berani’ atas keberadaan dirinya dalam kegelisahan hidup seorang anak manusia: sebuah “catatan kebahagiaanâ€.
Huhu.. Baru kutahu saat aku bahagia kamu justru gelisah, hehe.. Tapi aku kan emang pemberani, turunan Satria Baja hitam sih..
Resep Awet Mesra
Ummm.. ada beberapa teman yang komen dan kirim email, tanya apa resep awet mesra keluargaku. Entahlah, di mata mereka, aku terlihat mesra kali ya. Padahal, aku merasa hubunganku biasa2 aja. Cuma emang sejak dulu sejak di Bandung, aku dicap dan divonis sama keluarga ataupun teman2, sebagai keluarga yang mesra. Itu kenapa aku juga ga tau. Bisa2nya orang menilai aja..Cuma, sejak awal nikah, dalam hati emang udah tekad, bahwa aku akan mati2an menjaga keharmonisan keluarga. Aku akan dedikasikan seluruh hidupku buat keluargaku.
Ada beberapa tips dari aku, yang aku terapkan dan semoga berguna buat teman2 yang dah married..
Unsur penting dalam perkawinan.
My Lil Siter

Cerita 1. Antara aku dan adik kandungku
Inget Iren, inget masa kecil dulu. Dia tomboy, bener2 kaya cowok. Si papa suka ga adil memperlakukan aku ama dia. Dia bebas nginep2 tempat temen ceweknya (Lady), dia bebas pergi2 kemana2 main ampe malem, sedangkan aku bener2 kagak boleh nginep2 segala. Pulang telat aja kena marah. Dulu suka protes, ko Iren boleh aku engga? Kata papa, Iren mirip cowok, jadi papa tenang, lah kamu? Lah aku kenapa? Rasanya si papa bener2 deh ke aku over protective bangeddd. Kali karena aku banyak pacarnya yaak.. hihi.. *dasar!*
Itu cerita masa kami SMA. Saat itu, kalo mau bobo, kita suka curhat, masalah cita2, masalah cowok dll. Cita2 kita, pengen banget bisa sekolah ke LN. Dulu bener2 diniatin, doa terus dalam hati. Cuma dulu kita bener2 ga sangka bahwa akhirnya, kita bisa juga sekolah ke LN tanpa perlu merepotkan ortu. Adikku dapet beasiswa sekolah di USA. So, dia sekolah selama 5 tahun di negri paman Sam. Dan bener2 berkat Tuhan, dia bisa lulus summa cum laude.
Zeventina’s Journey – Catatan kebahagiaanku
Beberapa waktu lalu, ada komen dari TLT, yang mempertanyakan tentang Catatan Kebahagiaanku. Ini komennya aku kutip disini:
Dear Tina, What a nice and interesting blog; could almost feel that it is soo you! Great designing job, congrats. But I’m still wondering of one thing; for “catatan kebahagiaanâ€, are you sure that you’re always “bahagiaâ€? I’m not trying to be nosy here, but just wondering – for I believe that it would not be human, if we never taste the feel of pain. Because only from our pain and misery, we can learn and feel what it means to be human. CMIIW.
Yours, TLT
*PS: apologize for write it here, it seems that I can’t put my comment on your profile page, dunno why
Apa aku yakin selalu bahagia? Mhh.. pertanyaan itu lumayan nyantol di hati. Kenapa aku pake judul itu? Sementara ga mungkin kan dalam hidup kita selalu bahagia. Pastilah ada gelombang pasang dan surut, sakit, gembira atau sedih. Ga manusiawi kalo kita ga pernah ngerasain sakit.