Archive for April, 2008
Chairil Anwar
Chairil Anwar (Medan, 26 Juli 1922 — Jakarta, 28 April 1949) atau dikenal sebagai “Si Binatang Jalang” (dalam karyanya berjudul Aku [1]) adalah penyair terkemuka Indonesia. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan ’45 dan puisi modern Indonesia.
Masa kecil
Dilahirkan di Medan, Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, yang bekerja sebagai pamongpraja. Dari pihak ibunya, Saleha dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. [1]
Chairil masuk Hollands Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu penjajah Belanda. [2] Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs, sekolah menengah pertama belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.[3]
Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastera. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
Antara Menulis Dan Mendesign Web
Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa menulis itu lebih mudah daripada mendesign web. Mereka bilang selama bisa membaca, mengerti tata bahasa ya sudah tinggal menulis saja.
Berbeda dengan mendesign web, dimana di butuhkan keahlian khusus. Tak semua orang bisa membuat design yang harmonis dan enak di lihat serta tak boros warna yang menyebabkan sakit mata atau penuh animasi kelap kelip yang menyebabkan berat saat di buka.
Menurut saya, baik menulis maupun mendesign web, sama-sama butuh ranah kognitif. Kedua kegiatan itu membutuhkan kecerdasan dan keterampilan.
Bila asal menulis, setiap orang sanggup. Tetapi untuk menghasilkan sebuah karya yang setiap kata2nya beroperasi secara matang, contohnya Hanibal karya Thomas Harris, tentu tak semua orang mampu. Kisah yang dia bangun begitu utuh sepanjang novel.
Elegi Buat Seruni
Seruni terduduk di pojok jalan, menunduk dalam dengan rambut terurai menutupi sebagian wajah yang sarat oleh air mata. Hujan deras tak di pedulikannya, guntur yang menyambar tak di rasa, rasa kehilangan yang menyakitkan lebih hebat dari segalanya.
Rerumputan basah menemani dengan bau khasnya. Cerita cinta yang manis baru saja berakhir. Pilu. Tak terbayang hidup akan seperti apa tanpa kehangatan dan sinar kasih Elegi. Seruni sudah terbiasa dengan ritme Elegi.
Seorang anak dengan perut buncit akibat busung lapar menghampiri, dengan 2 payung besar di tangannya.
I, Mona Lisa
Harga buku: 10,17 USD
Jumlah Halaman: 544 halaman.
Penerbit: St. Martin’s Griffin (October 31, 2006)
Bahasa: Inggris
Tentang Penulis:
Jeanne Kalogridis hidup dengan pasangannya di California bersama 2 anjing mereka. Dia juga menulis Borgia Bride dan beberapa novel sejarah.
Sinopsis:
I, Mona Lisa
Nama lengkap saya adalah Lisa di Antonio Gherardini. Itu nama yang di kenal orang. Nama kecil saya adalah Madonnna Lisa. Cerita saya berawal bukan dari saat saya lahir tetapi pada pembunuhan yang terjadi di tahun sebelum saya lahir.
Mona Lisa
Florence, April 1478. Giuliano de ‘Medici berwajah tampan adalah pembunuh yang brutal di Florence. Pembunuhan yang di lakukannya mengejutkan, tersebar ke mana-mana, terdengar oleh Leonardo Da Vinci dan Micelangelo, sampai ke penguasaha wool dan anaknya yang cantik, Madonna Lisa.
Beberapa tahun kemudian, Florence jatuh ke jaman kelam kepemimpinan Pendeta Savonarola, yang sangat fanatik dan membakar semua hasil karya lukisan, buku dan apa saja yang tidak sejalan dengan ajaran Gereja. Dia dengan mudah mengirim orang ke kematian. Lisa, tumbuh menjadi seorang wanita yang sangat cantik dan memikat. Dia berhasil memikat hati keponakan Giuliano yang bernama sama. Tetapi ketika kekasihnya, Giuliano hidupnya harus berakhir dengan tragis, Lisa harus mengumpulkan segenap keberanian dan kepintarannya untuk dapat keluar dari ancaman. Kisah cintanya yang penuh rahasia benar-benar mengancam keselamatan hidupnya.
Kesan saya:
Buku ini bagus tetapi kurang lengkap. Ketidakpuasan saya adalah, novel ini belum memberikan informasi yang saya inginkan tentang kejadian di abad awal 16 beserta kisah politiknya, kehidupan pribadi para tokoh terkait semacam Leonardo Da Vinci, Micelangelo dan Mona Lisa sendiri, semua serba tanggung.
Category: Books
Genre: Fiction
Author: Jeanne Kalogridis