Archive for July, 2008
Happy Birthday, Chacha!
Kuncup Melati
Semuanya berawal dari kupu-kupu di taman penuh bunga. Berterbangan menjadi penanda di indahnya hari dan cerianya musim semi.
Semuanya juga berawal dari indahnya kuntum-kuntum mawar dan melati. Bermekaran memenuhi taman dan pelataran dunia.
Lalu kupu-kupu tergoda hinggap. Pada indahnya mawar-mawar dan kuntum melati. Merasai wangi dan menjilati keindahanya. Sang kupu terbang, hinggap dari satu mawar ke mawar lainnya. Dari satu melati ke melati lainnya. Kupu-kupu mengawali tumbuhnya putik-putik baru.
Lalu awal itu menjadi keindahan sekarang. Ketika putik-putik mulai menjadi kuncup. Sebatang melati berada di tengah taman. Berdiri anggun dengan keindahan putihnya.
Kini, kuncup melati itu telah sepuluh tahun. Menyebarkan keindahan dan senyuman pada dunia.
Kuncup melati akan semakin indah.
Happy Birthday Cecilia Carissa..
Nebula Hati
Bagian I – Arena
Putaran ke sepuluh baru saja dilaluinya. Juno memusatkan pandangan pada jalur di depannya sambil mengamati bagian kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada kepingan yang menghalangi. Dua putaran lagi dirinya akan masuk ke pit, untuk mengisi bahan bakar dan cek ulang beberapa telemetri kendaraannya.
“Ah!” mendadak saja Juno melihat dari sudut matanya bahwa kendaraan Enno menyalip secara kilat.
“Sial! Butuh waktu lama untuk bisa menyalip dia lagi…” gerutunya. Enno adalah saingan utama Juno dalam balapan kali ini. Keduanya sudah saling kenal sejak bertetangga dari kecil, hingga masuk ke akademi. Bibit persaingan pun sudah lama ada, dan memuncak saat keduanya jatuh hati pada gadis yang sama.
Juno sedang membetulkan tali sepatunya yang terlepas, saat pertama kali ia melihatnya. Gadis itu berjalan angkuh, dengan kepala tegak menantang. Matanya memandang lurus ke depan, tak hirau pada Juno yang melemparkan senyum padanya.
“Hei! Gadis!” teriak Juno.
Sajak seorang lelaki untuk bidadari
Hai, bidadari..
Aku lelaki..
Perlukah definisi dan kata-kata?
ketika rasa dan jiwa terasa tersatu
Beberapa jam beda menjadi relatif
ketika ruang serasa sama
dan rasa untuk menyatu menjadi pikiran utama
Bidadari,
venus bagiku
matahari bagi dinginnya hari yang membekukan darahku
Embun pagi bagi keringnya jiwa
Bidadari,
aku ingin menyatu denganmu
menikmati tiap detil dekik senyummu
menghirup seluruh kehangatanmu
dan bersatu dengan kehangatanku
Bidadari,
Yang kecantikanmu mengalahkan terangnya sinar mentari
dan membuat layu sinar rembulan
kau selalu terang
selalu benderang di hati dan ingatanku
Bidadari, terimakasih telah ada di hariku…..
==========================================